Astronomi
Babylonia
(Erabaru.or.id) — Ahli astronomi
bangsa Babylonia telah lama dikenal unggul di dunia peradaban kuno. Beberapa
ribu tahun sebelum Copernicus, mereka telah menyadari bahwa bumi dan
planet-planet lain berbentuk bulat dan bahwa mereka berputar mengelilingi
matahari. Dengan pengetahuan ini mereka dapat secara akurat memprediksi gerhana
matahari dan bulan. Banyak pelajar modern berasumsi bahwa bangsa Babylonia
membangun ilmu astronomi mereka sendiri, untuk memenuhi kebutuhan akan perhitungan
yang akurat dari ilmu astrologi mereka yang kompleks. Secara mengejutkan, hasil
terjemahan teori bangsa Babylonia baru-baru ini mengindikasikan bahwa posisi
dan pergerakan dari bintang dan planet dihitung berdasarkan persamaan yang
kompleks dari peradaban Bangsa Sumeria. Bangsa babylonia nampaknya tidak
memiliki pemahaman tentang teori dasar dari formula ini, hanya mengetahui
bagaimana menggunakannya saja.
Bangsa Sumeria bahkan memiliki ilmu
pengetahuan yang lebih tepat mengenai sistem solar dan posisinya di semesta
daripada mewarisi Bangsa babylonia yang mendahului mereka. Penanggalan mereka
direncanakan kurang lebih awal tahun 3000SM. Apakah model tersebut untuk
penanggalan saat ini, dan mereka terbukti mengerti beberapa masalah astronomi
yang lebih rahasia.
Misalnya tentang rotasi bumi,
perputarannya bergoyang tidak selalu tepat pada porosnya, hal ini menyebabkan
pergeseran secara perlahan-lahan -1 derajat setiap 72 tahun- mempengaruhi arah
sumbu utara bumi. Fenomena ini dinamakan perputaran gasing. Great Year- atau
waktu yang dibutuhkan sumbu utara-selatan bumi sampai ke tempatnya semula -
adalah 25.921 tahun, dihitung dengan mengalikan waktu 72 tahun yang dilewati
untuk bergeser di masing-masing derajat dengan 360 derajat pada perputaran
penuh. Bangsa Sumeria mengerti tentang perputaran gasing ini dan mengetahui
seberapa panjang Great Year – pekerjaan yang luar biasa, telah memberikan
pengamatan sangat panjang yang rumit dan peralatan yang memadai.
Bangsa Sumeria juga mampu mengukur
jarak antar bintang dengan sangat tepat. Namun bagaimana mungkin manusia pra
teknologi mempelajari batas-batas bumi, dan bahkan lebih misterius, mengapa?
Seperti juga peta bintang-bintang yang jelas-jelas sesuatu hal yang dibutuhkan
bagi penjelajah luar angkasa, namun untuk apa bangsa Sumeria membuatnya?
http://www.pureinsight.org/pi/index.php?news=122
Tidak ada komentar:
Posting Komentar